Rob Stark kehilangan ayahnya di ibu kota dan sekejap naik tahta dengan total suara seluruh utara. Kini sebagai Raja di Utara, ia memimpin seluruh klan yang loyal pada keluarganya menuju selatan untuk menuntut darah mantan penguasa utara--ayahnya. Satu, dua, tiga season ia berlaga dan akhirnya mati dibunuh di pesta pernikahannya sendiri.
Jon Snow, adik tiri Rob, dengan kesadaran penuh atas posisinya sebagai ‘anak haram’ tak sempat bermimpi semewah Rob untuk diakui sebagai pemimpin terhormat sebuah klan. Oleh sebab itu setiap ayunan pedangnya ketika berlatih menjadi ksatria didorong oleh mimpi yang lain: menjadi sukarelawan penjaga perbatasan—satpam kerajaan, atau bisa juga dibilang petugas imigrasi.
Showing posts with label asal-asalan. Show all posts
Showing posts with label asal-asalan. Show all posts
Sunday, 19 August 2018
Sunday, 11 February 2018
Kontra-diksi: Sebuah Bacotan
Meminjam perkataan Jon Snow: kita semua adalah anak kecil dalam sebuah permainan dan saling berteriak, aturan mainnya gak adil!
Mengambil posisi akan membuat kita berhadapan dengan posisi yang lain. Sejauh ini, hanya keterbatasan dunialah penjelasan paling logis.
Mengambil posisi akan membuat kita berhadapan dengan posisi yang lain. Sejauh ini, hanya keterbatasan dunialah penjelasan paling logis.
Wednesday, 7 February 2018
Tentang lukaku, habis kena peluru
Mungkin untuk orang Indonesia, punya luka bekas peluru adalah sesuatu yang jarang. Wajar jika dibanggakan, negeri kita adem-ayem sejak 98. Masa reformasi pun beda dengan peperangan. Tetap jarang yang pernah kontak langsung dengan senjata.
Tapi, kalau tahu ceritanya si Omat, kekerenan bekas luka di lehernya akan hilang seketika.
Ia tertembak di Lebanon. Bukan karena hadir di medan perang, apalagi karena ikut membela Palestina, tapi sedang nonton parade.
Tapi, kalau tahu ceritanya si Omat, kekerenan bekas luka di lehernya akan hilang seketika.
Ia tertembak di Lebanon. Bukan karena hadir di medan perang, apalagi karena ikut membela Palestina, tapi sedang nonton parade.
Tuesday, 6 February 2018
Sebelah Mata: Mabuk Konflik
Setelah krisis figur pemerintah selama bertahun-tahun, Indonesia kini digadang-gadang dapat angin segar. Sinisme dan rasa muak, jijik, dan lelah terhadap pemerintah lama yang impoten membuat gairah si seksi Jokowi bikin masyarakat mendadak orgasme.
Dulu Indonesia seperti orang setengah tidur, sehingga setetes air cukup membuatnya melompat kaget.
Jokowi harus berterima kasih pada estafet pemerintah sebelumnya. Dosa mereka membuatnya terlihat suci hanya dengan sedikit gaya, visi, dan cara kerja yang berbeda.
Dan masyarakat harus lebih waspada. Sebab sakit hati terhadap pendahulu bisa membuat kita jatuh cinta pada sosok baru yang bertentangan. Kita harus sadar bahwa hubungan rakyat dengan pemerintah layaknya pelayan dan majikan. Bukan pacaran.
Dulu Indonesia seperti orang setengah tidur, sehingga setetes air cukup membuatnya melompat kaget.
Jokowi harus berterima kasih pada estafet pemerintah sebelumnya. Dosa mereka membuatnya terlihat suci hanya dengan sedikit gaya, visi, dan cara kerja yang berbeda.
Dan masyarakat harus lebih waspada. Sebab sakit hati terhadap pendahulu bisa membuat kita jatuh cinta pada sosok baru yang bertentangan. Kita harus sadar bahwa hubungan rakyat dengan pemerintah layaknya pelayan dan majikan. Bukan pacaran.
Thursday, 30 November 2017
Yang mungkin tentang pendidikan; tanpa riset
Bayangkan jika seorang guru tak diwajibkan menulis angka di lembar ujian murid-muridnya. Jika ia tak diminta menyerahkan daftar angka untuk disematkan dalam rapot atau pengumuman hasil ujian yang akan ditempel di mading sekolah. Mereka hanya diminta menyerahkan laporan dan catatan akan pehamaman atau kelayakan lulus siswanya, yang itu pun takkan diserahkan pada orang tua. Tak ada banding-membandingkan.
Pastinya, setiap guru akan membuka mata dan telinga lebih lebar terhadap muridnya. Pastinya ia akan lebih perhatian pada apa yang didengar dan dilihat muridnya. Ia harus paham betul jalur keluar masuk ilmu ke setiap otak muridnya. Sebab untuk setiap anak, ia bertanggung jawab pada eskalasi intelejensia dan pengetahuan otak mereka. Seorang guru, pasti akan berperilaku lebih seperti orang tua dari pada sekedar kasir minimarket. Tukang hitung yang melihat angka sebagai nilai barang waktu dan informasi yang diserahkannya pada murid a.k.a pembeli.
Anak-anak akan lebih perhatian pada guru sebab guru memberi perhatian yang khusus bagi setiap mereka. Mereka tak malu, tak ada persaingan, tak perlu saling berbohong. Tak ada social sin yang memaksa mereka menghalalkan berbagai cara untuk merasa selamat atau sukses. Mereka akan hadir di kelas dan mendengarkan, menjawab segala pertanyaan yang diberikan dengan sepahamnya. Sebab beda pemahaman tak membuat mereka berada di bawah yang lainnya secara hirarki. Kalo pun ada daftar demikian, berdasarkan kadar pemahaman, mereka tak melihatnya di dinding sekolah dengan daftar berurut dari 1-20. Tak ada alasan untuk malu, bodoh-tak bodoh, tak ada alat ukurnya.
Mereka akan benyak bertanya sebab mereka tak merasakan rasa malu atas ketidak-tahuan. Memangnya datang dari mana rasa malu ketika tidak tahu? Ketika orang tua tak merasa bangga bahkan kecewa ketika melihat anaknya berada di peringkat bawah. Yang diartikan bahwa dia tidak tahu atau tak paham atas apa yang diajarkan gurunya.
Sistem kecil ini; soal penilaian, berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Sebab pendidikan, membentuk setiap orang yang hidup disana. Dan masyarakat, atau negara, ditentukan manusia di dalamnya. Dan sistem yang mengatur jalannya hari, memberi batas fokus pikiran dan gerakan; yang pada gilirannya, menentukan tingkat tekanan pada pikiran.
Pastinya, setiap guru akan membuka mata dan telinga lebih lebar terhadap muridnya. Pastinya ia akan lebih perhatian pada apa yang didengar dan dilihat muridnya. Ia harus paham betul jalur keluar masuk ilmu ke setiap otak muridnya. Sebab untuk setiap anak, ia bertanggung jawab pada eskalasi intelejensia dan pengetahuan otak mereka. Seorang guru, pasti akan berperilaku lebih seperti orang tua dari pada sekedar kasir minimarket. Tukang hitung yang melihat angka sebagai nilai barang waktu dan informasi yang diserahkannya pada murid a.k.a pembeli.
Anak-anak akan lebih perhatian pada guru sebab guru memberi perhatian yang khusus bagi setiap mereka. Mereka tak malu, tak ada persaingan, tak perlu saling berbohong. Tak ada social sin yang memaksa mereka menghalalkan berbagai cara untuk merasa selamat atau sukses. Mereka akan hadir di kelas dan mendengarkan, menjawab segala pertanyaan yang diberikan dengan sepahamnya. Sebab beda pemahaman tak membuat mereka berada di bawah yang lainnya secara hirarki. Kalo pun ada daftar demikian, berdasarkan kadar pemahaman, mereka tak melihatnya di dinding sekolah dengan daftar berurut dari 1-20. Tak ada alasan untuk malu, bodoh-tak bodoh, tak ada alat ukurnya.
Mereka akan benyak bertanya sebab mereka tak merasakan rasa malu atas ketidak-tahuan. Memangnya datang dari mana rasa malu ketika tidak tahu? Ketika orang tua tak merasa bangga bahkan kecewa ketika melihat anaknya berada di peringkat bawah. Yang diartikan bahwa dia tidak tahu atau tak paham atas apa yang diajarkan gurunya.
Sistem kecil ini; soal penilaian, berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Sebab pendidikan, membentuk setiap orang yang hidup disana. Dan masyarakat, atau negara, ditentukan manusia di dalamnya. Dan sistem yang mengatur jalannya hari, memberi batas fokus pikiran dan gerakan; yang pada gilirannya, menentukan tingkat tekanan pada pikiran.
the absolute freedom
i lost interest in life the moment it shows me its true face the face of audacity, the face of arrogance, the face of human selfishness i be...
-
i lost interest in life the moment it shows me its true face the face of audacity, the face of arrogance, the face of human selfishness i be...
-
Setiap perpisahan selalu diwarnai dengan keraguan atau keyakinan. Antara kemungkinan dan kepastian. Apakah jumpa atau dadah selamanya. Antar...
-
Sejak manusia kuno menggambar perburuannya di goa, para penulis berusaha merekam pengalaman diri--fisik atau jiwa--lewat karya. Ada yang sek...