Showing posts with label goyang presiden. Show all posts
Showing posts with label goyang presiden. Show all posts

Sunday, 11 February 2018

Ali Syariati dan Qurban

Siapa tak kenal Ali Syariati?  ((Banyak))   Filsuf sekaligus Sosiolog Agama asal Iran ini sangat akrab di telinga pemikir terutama mahasiswa. Ide-idenya seputar revolusi, kemanusiaan, permasalahan sosial, bahkan agama sekalipun cukup terkenal karena gaya tulisannya yang mengajak orang untuk berpikir.

[caption id="attachment_279" align="aligncenter" width="300"] Dari Google[/caption]

Sejak kecil, Syariati menjadi penggemar sastra di bawah bimbingan ayahnya. Selepas SMA, ia melanjutkan studinya di Fakultas Sastra Universitas Masyhad pada tahun 1955. Berkat prestasinya ia mendapat beasiswa melanjutkan studi ke Paris, Perancis. Di Paris inilah awal kisah yang menjadikannya Syariati yang kita kenal sekarang. Syariati berkenalan dengan karya-karya dan gagasan-gagasan baru yang mencerahkan serta mempengaruhi pandangan hidup dan wawasannya mengenai dunia.

Tuesday, 6 February 2018

Kesaksian Pengungsi

Bahkan kabar yang kita sebut propaganda takfiri pun tak selalu datang dari luar.

Di Suriah, tak sedikit masyarakatnya sendiri yang tak terlibat perang tapi berpikiran oposisi. Mereka sedikit banyak mengabarkan hal yang sama seperti yang dipercaya kebanyakan orang di Indonesia.

Saya bertanya pada seorang teman asal Damaskus. Sebelumnya ia sudah mengenalkan posisinya: bersama Assad dengan alasan yang cukup logis. Dengan melihat sejarah dan kondisi geopolitik secara luas. Ia berkata, "Assad bukan orang yang super baik dan benar, tapi dia terbaik diantara semua yang kita miliki saat ini".

Setelah berita bebasnya Aleppo mencuat, saya mendatanginya dan mengucap selamat. Ia tersenyum.

Lalu saya teringat seorang lain yang juga berasal dari Suriah. Ia bekerja di Lebanon untuk menghidupi keluarga di Suriah. Ia oposisi. Begitu ditanya soal kondisi negaranya, ia menceritakan soal pembantaian dsb. Persis seperti yang dipercaya kebanyakan Muslim Indonesia.

Sebelah Mata: Mabuk Konflik

Setelah krisis figur pemerintah selama bertahun-tahun, Indonesia kini digadang-gadang dapat angin segar. Sinisme dan rasa muak, jijik, dan lelah terhadap pemerintah lama yang impoten membuat gairah si seksi Jokowi bikin masyarakat mendadak orgasme.

Dulu Indonesia seperti orang setengah tidur, sehingga setetes air cukup membuatnya melompat kaget.

Jokowi harus berterima kasih pada estafet pemerintah sebelumnya. Dosa mereka membuatnya terlihat suci hanya dengan sedikit gaya, visi, dan cara kerja yang berbeda.

Dan masyarakat harus lebih waspada. Sebab sakit hati terhadap pendahulu bisa membuat kita jatuh cinta pada sosok baru yang bertentangan. Kita harus sadar bahwa hubungan rakyat dengan pemerintah layaknya pelayan dan majikan. Bukan pacaran.

the absolute freedom

i lost interest in life the moment it shows me its true face the face of audacity, the face of arrogance, the face of human selfishness i be...