Showing posts with label omong kosong. Show all posts
Showing posts with label omong kosong. Show all posts

Sunday, 11 February 2018

Kontra-diksi: Sebuah Bacotan

Meminjam perkataan Jon Snow: kita semua adalah anak kecil dalam sebuah permainan dan saling berteriak, aturan mainnya gak adil!

Mengambil posisi akan membuat kita berhadapan dengan posisi yang lain. Sejauh ini, hanya keterbatasan dunialah penjelasan paling logis.

Habis Baca Dilan: Sebuah Nonsense

[caption id="attachment_271" align="aligncenter" width="300"] Foto: Bedah buku “Dialog 100” oleh komunitas Jakatarub di Univ. Parahyangan, Bandung (sekitaran 2014). Buku yang bercerita tentang 100 kisah nyata toleransi. Benar-benar tidak ada hubungannya dengan tulisan ini. Kecuali keberadaan Pidi Baiq sebagai pembedah buku saat itu.[/caption]

Kawan saya si Syam-Menyeduh baru saja memposting curhatannya. Ia baru baca Dilan-nya Pidi Baiq di tengah pusaran angin topan ujian yang tak tahu diri dan maha tidak penting. Yah, saya pun baca, itu Dilan. Dapet linknya dari dia. Dan, inilah yang aku pikirkan.

///

Kisah-kisah Dilan dan Milea yang diolah jadi novel oleh Pidi Baiq membuatku tersadar, bahwa masa lalu yang diingat, punya caranya sendiri untuk membuat kita belajar sesuatu sambil tertawa dan geleng-geleng kepala; bahkan ketika pelajaran itu nyatanya pahit!

the treasure

The tale of a broken heart always has a purpose to shed tears down your eyes It is built above bitter memories which accommodate someones un...