Kulihat masyarakat begitu antusias pada pagi hari, berusaha bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pangan. Supir angkot dengan wajah lesunya, ibu-ibu dengan anaknya yang mungil menuju pasar, pembersih lingkungan mulai menyapu ditengah-tengah jalan, para pedagang dengan rokok terselip disela-sela jari tangan, sembari menunggu pembeli datang.
Semuanya bersama satu kesatuan, bersosialisasi sebenar-benarnya, tanpa hape tanpa media sosial. Tawa riang, kadang sampai berkeringat antar sesama pejuang. Laki dan wanita membaur tanpa mempedulikan usia, menanyakan kabar keluarga, penghasilan sebelumnya, tagihan air, listrik, dan kebutuhan lainnya. Hidup mereka hidup sebagaimana harusnya, nyata di depan mata, walau raga kadang tak berdaya, namun dipaksakan seperti sediakala.
Showing posts with label kearifan lokal. Show all posts
Showing posts with label kearifan lokal. Show all posts
Monday, 19 February 2018
Saturday, 13 January 2018
A Tribute for Nella Kharisma
Mendekat, dan berbisiklah di telingaku
Bawa aku kembali ke masa itu
Cerita tentang senja
Tentang taman dan tikar
Cahaya yang sederhana
Menghangatkan hati kita dengan tawa
Berbisiklah, di telingaku
Padamkan api ini
Damaikan ego yang cemburu
Dengan kabar, dan pertanyaan basa-basi
Yang menggelitik
Yang buat aku ingin mengkritik
Berbisiklah, di telingaku
Dengan nafas-nafas pendek
Yang hangat dan penuh hasrat
Yang memberatkan hati
Dengan ambisi dan mimpi
Berbisiklah, di telingaku
Dengan kalimat yang tak sempurna
Terpotong tangis yang sedu
Dengan air mata yang bermuara
Dan membasahi hatiku
Berbisiklah, di telingaku
Rangkul aku
Dan kita ikuti irama itu
Di bawah cahaya biru
Katakan di telingaku
Dam dudi dam aku padamu.
Bawa aku kembali ke masa itu
Cerita tentang senja
Tentang taman dan tikar
Cahaya yang sederhana
Menghangatkan hati kita dengan tawa
Berbisiklah, di telingaku
Padamkan api ini
Damaikan ego yang cemburu
Dengan kabar, dan pertanyaan basa-basi
Yang menggelitik
Yang buat aku ingin mengkritik
Berbisiklah, di telingaku
Dengan nafas-nafas pendek
Yang hangat dan penuh hasrat
Yang memberatkan hati
Dengan ambisi dan mimpi
Berbisiklah, di telingaku
Dengan kalimat yang tak sempurna
Terpotong tangis yang sedu
Dengan air mata yang bermuara
Dan membasahi hatiku
Berbisiklah, di telingaku
Rangkul aku
Dan kita ikuti irama itu
Di bawah cahaya biru
Katakan di telingaku
Dam dudi dam aku padamu.
the absolute freedom
i lost interest in life the moment it shows me its true face the face of audacity, the face of arrogance, the face of human selfishness i be...
-
i lost interest in life the moment it shows me its true face the face of audacity, the face of arrogance, the face of human selfishness i be...
-
Setiap perpisahan selalu diwarnai dengan keraguan atau keyakinan. Antara kemungkinan dan kepastian. Apakah jumpa atau dadah selamanya. Antar...
-
Sejak manusia kuno menggambar perburuannya di goa, para penulis berusaha merekam pengalaman diri--fisik atau jiwa--lewat karya. Ada yang sek...