Para penasehat pun langsung berkumpul dan memikirkan
solusinya. Setelah mendapat ide, mereka langsung menyampaikannya pada raja yang
juga langsung memanggil Farhad. “kami berjanji tidak akan mencampuri hubunganmu
dengan Syirin dengan satu syarat.” Kata raja.
Si
arsitek muda spontan melompat kegirangan dan menangis bahagia. “apapun yang
raja agung minta!”
“kami
butuh terowongan bukit Bistun agar bisa pergi ke sisi sebelah sana dengan lebih
cepat dan efisien.”
Selama
bertahun-tahun bukit Bistun menjadi tantangan berat. Bukit batu granit yang
keras tidak memungkinkan dilakukannya penggalian trowongan disana. Belum pernah
ada seorang pun yang sanggup mengatasi kesulitan medan ini. Khusrau tersenyum
sendiri, setelah proyek ini dimulai, Farhad tidak mungkin bisa kembali lagi.




